13 Desember, 2013


to dihastine.

Kini hidupku berbeda dan tak lagi sama adanyaPernah ku ber asa inginku kembali pada masa yang tlah melalui masaTapi apa daya maksud hati memeluk purnama di angkasa tapi tanganku tak kuasaKala rindu itu kian menjelma laksana badai yang kian menerpa bak topan yang tak jera melandaNamun Sang Maha Cinta Dia Maha Kuasa ciptakan ini hati sekuat baja membendung air mata sukma yang kian menyamudraAku percaya kelak pada waktunya cintapun kan menemui cinta bersama menggapai keridhoan cinta-NyaDan aku percaya bahagia kan menyambut cintakembali ku ber asa semoga dirimu adalah ketetapan-Nya atasku meraih ridho-Nya..Tuntun daku untuk menggapai Jannah-Nya

healty life


Beberapa Makanan Terbaik untuk Dikonsumsi Sebelum Latihan Fitness

REP | 27 September 2013 | 14:54 Dibaca: 904    Komentar: 0    0
Mengkonsumsi makanan yang benar sebelum latihan fitness adalah hal mutlak yang harus diperhatikan, karena dengan konsumsi makanan yang benar dapat meningkatkan hasil latihan dan mencapai bentuk badan ideal sesuai yang anda harapkan. Untuk memngkonsumsi makanan, sebaiknya menggabungkan makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dan karboidrat sederhana. Karbohidrat sederhana, mudah diserap tubuh dan kalorinya mudah terbakar dengan cepat, sedangkan karbohidrat kompleks akan lambat terserap tubuh dan proses pembakaran kalorinya akan lebih lama.
1. roti gandum dengan selai
roti tawar atau roti gandum merupakan sumber karbohidrat sederhana yang mudah diserap oleh tubuh dan selai merupakan sumber karbohidrat kompleks. Perpaduan dus jenis karbohidrat ini mrupakan komposisi yang cukup tempat digunakan sebagai sumber asupan makanan sebelum latihan.
2. Oatmeal
Oatmeal merupakan salah stau contoh makanan yang cukup baik dikonsumsi sebelum berolahraga atau latihan fitness di pagi hari. Sekitar 1 atau 2 jam sebelum berolahraga, sebaiknya anda mengkonsumsi oatmeal sebagai sumber karbohidrat.
3. Beras merah dan ayam
Beras merah mengandung karbohidrat kompleks yang lebih baik dibandingkan dengan nasi putih dan ayam adalah sumber protein yang sangat bik untuk pembentukan otot anda. Sebagai ganti penggunaan ayam sebagai sumber protein, anda bisa mengkonsumsi protein nabati seperti tahu, namun perlu diingat, konsumsi makanan pokok seperti beras merah dan ayam atau tahu sebaiknya dilakukan 1 hingga 2 jam sebelum latihan dan menu ini sebaiknya disajikan sebelum anda olahraga pada siang hari maupun malam hari.
4. Roti dengan keju atau telur
Salah satu alternatif makanan lainnya yang bisa anda konsumsi sebelum latihan fitness adalah makanan dengan kombinasi roti dengan keju rendah lemak atau telur orak-arik. Roti terutama roti gandum merupakan sumber karbohidrat sederhana yang mudah diserap tubuh dan keju rendah lemah atau telur orak-arik sebagai sumber protein. Kombinasi makanan ini sangat baik dikonsumsi untuk anda yang akan fitness di pagi hari.
5. Minuman berkafein
Mengkonsumsi minuman berkafein sebelum berolahraga ternyata sangat baik dilakukan, karena menurut penelitian yang dilakukan oleh University of Muscle, Kopenhagen, mengkonsumsi minuman berkafein sebelum berolahraga dapat membuat anda lebih menikmati latihan fitness, meningkatkan energi dan mengurangi nyeri otot setelah latihan. Namun perlu diingat, anda pun harus tetap konsumsi makanan berkarbhidrat dan berprotein selain minuman berkafein untuk mencegah terjadinya iritasi dilambung akibat kurang asupan makanan.
6. Mengatur waktu makan
Mengatur waktu makan sebelum latihan adalah hal penting yang tidak boleh anda lewatkan. Untuk waktu makan terbaik, sebaiknya anda mengkonsumsi makanan pada saat 45 menit sampai satu jam sebelum latihan terutama saat anda mengkonsumsi makanan berat. Jika anda berolahraga atau melakukan latihan fitness dengan perut yang masih penuh atau jeda antara makan dan latihan sangat singkat, maka anda akan merasa lebih lesu saat latihan dan mungkin saja bisa terjadi kram perut. Namun jika anda tergolong orang yang tidak bisa menunggu selama 45 menit, anda bisa mengkonsumsi camilan ringan yang rendah lemak

09 Desember, 2013

psikologi pendidikan

PSIKOLOGI BELAJAR


Pengertian
Psikologi belajar terdiri dari dua penggalan kata yaitu psikologi dan belajar. Psikologi berasal dari bahasa Yunani yaitu “psyche” yang berarti “jiwa” dan “logos” yang berarti “ilmu”. Dengan demikian secara harpiah psikologi dapat diartikan ilmu jiwa.
Bermacam – macam definisi psikologi yang satu sama lain berbeda , diantaranya :
1.    Psikologi adalah ilmu mengenai kehidupan mental ( the science of mental life )
2.    Psikologi adalah ilmu mengenai pikiran ( the science of mind )
3.    Psikologi adalah ilmu mengenai tingkah laku ( the science of behavior )
Menurut Crow and Crow , psicology is the study of human behavior and human relationship . Psikologi adalah tingkah laku manusia , yakni interaksi manusia dengan dunia sekitarnya .
Pengertian “ tingkah laku ” meliputi tingkah laku yang nyata ( eksplisit : terbuka ) seperti berbicara , membaca , tertawa , melompat , dsb . Sedangkan tingkah laku yang tidak nyata ( implicit : tertutup ) seperti berpikir , mengingat , merasakan , menghendaki , dsb .
Psikologi lebih banyak dikaitkan sebagai ilmu pengetahuan yang berusaha memahami perilaku manusia , alasan dan cara mereka melakukan sesuatu , dan juga memahami bagaimana manusia berpikir dan berperasaan .
Sedangkan belajar dapat diartikan sebagai suatu perubahan yang terjadi dalam diri seseorang mengenai hal-hal yang bermanfaat baginya melalui interaksi dengan lingkungan sekitarnya. Aktivitas yang yang dipahami sebagai serangkaian kegiatan jiwa raga , psikofisik , menuju ke perkembangan pribadi individu seutuhnya yang menyangkut unsur cipta ( kognitif ) , rasa ( afektif ) , dan karsa ( psikomotor ) . Perkembangan dalam arti belajar disini dipahami sebagai “ perubahan “ yang relative permanen pada aspekpsikologis .

Jadi berdasarkan pengertian tersebut, dapat diartikan bahwa psikologi belajar adalah suatu ilmu jiwa yang berisi teori – teori mengenai belajar , tentang bagaimana cara individu belajar atau melakukan pembelajaran.
Teori – Teori Belajar
1.      Teori Belajar Behavioristik
Menurut pandangan ini, belajar adalah perubahan tingkah laku, dengan cara seseorang berbuat pada situasi tertentu. Yang dimaksud tingkah laku disini ialah tingkah laku yang dapat diamati ( berfikir dan emosi tidak menjadi perhatian dalam pandangan ini, karena tidak dapat diamati secara langsung. Diantara keyakinan prinsipil yang terdapat dalam pandangan ini ialah anak lahir tanpa warisan kecerdasan, bakat, perasaan, dan warisan abstrak lainnya. Semua kecakapan timbul setelah manusia melakukan kontak dengan lingkungan. (J.B. Watson, E.L. Thorndike, dan B.F. Skinner)
2.      Teori Belajar Kognitif
Belajar adalah proses internal mental manusia yang tidak dapat diamati secara langasung. Perubahan terjadi dalam kemampuan seseorang untuk bertingkah laku dan berbuat dalam situasi tertentu, perubahan dalam tingkah lauku hanyalah suatu refleksi dari perubahan internal dan tak dapat diukur tanpa dan diterangkan tanpa melibatkan proses mental. (aspek-aspek yang tidak dapat diamati seperti pengetahuan, arti, perasaan, keinginan, kreatifitas, harapan dan pikiran)
3.      Teori Belajar Humanistik
Dalam mengembangkan teorinya, psikologi humanistik sangat memperhatikan tentang dimensi manusia dalam berhubungan dengan lingkungannya secara manusiawi dengan menitik-beratkan pada kebebasan individu untuk mengungkapkan pendapat dan menentukan pilihannya, nilai-nilai, tanggung jawab personal, otonomi, tujuan dan pemaknaan.
Dalam hal ini, James Bugental (1964) mengemukakan tentang 5 (lima) dalil utama dari psikologi humanistik, yaitu:
Ø  Keberadaan manusia tidak dapat direduksi ke dalam komponen-komponen,
Ø  Manusia memiliki keunikan tersendiri dalam berhubungan dengan manusia lainnya,
Ø  Manusia memiliki kesadaran akan dirinya dalam mengadakan hubungan dengan orang lain,
Ø  Manusia memiliki pilihan-pilihan dan dapat bertanggung jawab atas pilihan-pilihanya, dan
Ø  Manusia memiliki kesadaran dan sengaja untuk mencari makna, nilai dan kreativitas.
Ruang Lingkup Psikologi Belajar
Psikologi belajar memiliki ruang lingkup yang secara garis besar dapat dibagi menjadi tiga pokok bahasan , yaitu masalah belajar , proses belajar , dan situasi belajar .
1.         Pokok Bahasan Mengenai Belajar
Ø Teori – teori belajar
Ø Prinsip – prinsip belajar
Ø Hakikat belajar
Ø Jenis – jenis belajar
Ø Aktivitas – aktivitas belajar
Ø Teknik belajar efektif
Ø Karakteristik perubahan hasil belajar 
Ø Manifestasi perilaku belajar
Ø Faktor – faktor yang mempengaruhi belajar
2.         Pokok Bahasan Mengenai Proses Belajar
Ø Tahapan perbuatan belajar
Ø Perubahan – perubahan jiwa yang terjadi selama belajar
Ø Pengaruh pengalaman belajar terhadap perilaku individu
Ø Pengarauh motivasi terahadap perilaku belajar
Ø Signifikasi perbedaan individual dalam kecepatan memproses kesan dan keterbatasan kapasitas individu dalam belajar
Ø Masalah proses lupa dan kemampuan individu memproses perolehannya melalui transfer belajar
3.         Proses Bahasan Mengenai Situasi Belajar
Ø Suasana dan keadaan lingkungan fisik
Ø Suasana dan keadaan lingkungan non-fisik
Ø Suasana dan keadaan lingkungan sosial
Ø Suasana dan keadaan lingkungan non-sosial